Kesan Pertama Anime Dororo : Seorang Samurai Tanpa Anggota Tubuh!!!

sumber gambar:
https://i0.wp.com/anitrendz.net/news/wp-content/uploads/2019/03/Dororo-Official-Poster.jpg


Dororo Manusia diciptakan dengan memiliki bentuk yang sempurna, setiap anggota tubuh yang dimiliki manusia itu memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Akan tetapi bagaimana jika seandainya kita kehilangan salah satu dari bagian anggota tubuh kita. Bayangkan saja jika kita tidak memiliki mata, tangan, kaki, atau pun anggota tubuh yang lainnya. Pasti kita tidak bisa melakukan apa-apa di keseharian kita. Ditambah lagi jika kita kehilangan 48 anggota tubuh. Akan tetapi tidak untuk Hyakkimaru, jika seseorang mempunyai harapan atau pun sebuah tekad pasti apa pun bisa untuk dilewati walaupun ujian akan terus datang dengan bertubi-tubi. Sama dengan hyakkimaru yang terus berusaha sampai akhir tanpa ada kata pantang menyerah itulah yang coba ditunjukkan dalam serial anime Dororo.

sumber gambar:
https://p.favim.com/orig/2019/01/23/hyakkimaru-anime-anime-boy-Favim.com-6844267.jpg


Dororo adalah serial manga yang merupakan karya dari Osamu Tezuka yang dirilis pada tahun 1967 seta kan diadaptasi menjadi sebuah film live action pada tahun 2007 dan juga video game untuk konsol Playstation 2. Saat ini produksi serial anime ini dikerjakan oleh MAPPA dan juga Tezuka Productions. Selain itu MAPPA itu sendiri terkenal dengan beberapa jenis judul yan telah diproduksinya seperti Inuyashiki, Yuri on ice!!!, seri Shingeki no Bahamut (Genesis serta Virgin Soul) dan juga Zombieland Saga. Tak hanya itu, Tezuka Prodactions merupakan studio yang telah didirikan oleh Osamu Tezuka dan juga telah melahirkan banyak sekali anime yang sangat legendaris, seperti Astro Boy, Black Jack, dan lain sebagainya. Dengan adanya Studio ini diharapkan akan memberikan sebuah warna baru bagi anime Dororo.

sumber gambar:
https://imgur.com/r3SzxIR


Serial ini sendiri berkisah tentang seorang anak yang dikorbankan oleh ayahnya sendiri demi kekuasaaannya. Daigo Kagemitsu yang merupakan ayah dari Hyakkimaru yang meminta bantuan kepada 48 Iblis untuk bisa memberikan dia sebuah kekuatan demi bisa menguasai seluruh wilayah yang ada di Jepang. Tetapo ada sebuah syarat yang harus bisa terpenuhi oleh Daigo Kagemitsu, yaitu sebuah pengorbanan. Dan akhirnya ia mengorbankan anaknya sendiri. Hyakkimaru akhirnya lahir tanpa adanya 48 anggota tubuhnya. Akhirnya Hyakkimaru dibuang ke sungai dan ditemukan oleh Jukai, seorang dokter yang bisa membuat anggota tubuh buatan. Akan tetapi setiap Hyakkimaru berada dimanapun selalu ada iblis yang ingin nyawanya. Akhirnya petualangan penuh darah pun dimulai disini. Akan tetapi ditengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pencuri kecil yang bernama Dororo yang pada akhirnya yang akan membantu dirinya dalam setiap perjalanan yang ia lewati.


Singkatnya, serial ini menawarkan sebuah petualangan yang sangat seru dan juga dibalut dengan sebuah pertarungan yang begitu sengit antara Manusia dan juga Iblis. Cerita dalam serial itu mengambil sebuah latar dari periode Sengoku, dimana setiap ada bangsawan yang saling berebut mengenai kekuasaan yang akan menciptakan sebuah peperangan. Hal ini yang akan menambah latar menjadi sebuah suasana yang akan semakin dark dan juga dilengkapi dengan berbagai macam tragedi.


Berbeda dengan Versi yang Lama

jika diingat kembali Dororo adalah sebuah anime yang klasik lalu dibuat kembali (ramake), hal ini tentu Kazuhiro Furuhashi yang membuat berbagai macam perubahan dari segi ceritanya dan juga karakternya. Contohnya dalam versi klasiknya Hyakkimaru sendiri telah bertemu dengan Biwamaru sebelum bertemu dengan sosok Dororo yang senantiasa menasihatinya untuk dia tetap bahagia, meskipun tidak memiliki anggota tubuh ia tetap terus betahan untuk bisa hidup. Lain halnya dengan Versi terbaru yang malah sebaliknya, di mana Hyakkimaru akan bertemu terlebih dahlulu dengan Dororo sebelum bertemu dengan Biwamaru. Tak hanya itu dalam versi yang lama Dororo itu dihajar di pinggiran Sungai karena encuri makanan sekelompok anggota Bandit, sedangakan dengan versi yang baru dia dihajar sebab ia menjual barang curian milik sekolompok Bandit.



sumber gambar:
https://i0.wp.com/concdecultura.com/wp-content/uploads/2020/07/Dororo.jpg?fit=1366%2C768&ssl=1

Yang lebih jelasnya adalah ada sosok pendeta di kuil yang merupakan tempat bersemayam nya iblis yang sudah dibunuh oleh Daigo ketika ia sedang bersemedi di versi lamanya. Sekarang dalam Versi barunya Pendeta tersebut langsung dibunuh sebelum Daigo bersemedi terlebih dahulu. Hyakkimaru dapat berbicara dengan  mengunakan telepati, sedangkan sekarang dalam versi barunya tidak bisa. Ada yang tidak mengalami perubahan adalah kemampuan cara bertarung Hyakkimaru yang sangat luar biasa dan juga memiliki semacam exta sensory perception (ESP) pada kedua versi tersebut. Tak hanya itu pada versi terbaru ini juga menampilkan sebuah Visual yang lebih Fresh. Poin yang lebih penting adalah landscape tempat yang mempunyai ciri khas pada zaman pertengahan di Jepang, apalagi ditambah dengan suara serta dengan pengisi suara yang menambhkan poin plus dalam versi terbarunya ini.


Berbeda Belum tentu Buruk

Pada versi yang terbaru ini Kzuhiro Furuashi ingin mencoba membangun sebuah karakter Hyakkimaru dari Zero to hero, ini dikarenakan ingin memnculkan sebuah karakter agar terlihat lebih nyata, terlebih lagi Hyakkimaru yang terkesan tidak  memiliki emosi sama sekali tetapi dengan berjalanya waktu akan terbangun dengan sendiri emosi nya. Nah sehingga bisa menciptakan sebuah kesan yang lebih menonjol dengan Osamu yang menampilkan Hyakkimaru sebagai sesosok yang melankolis dan juga emosioal, yang pada akhir titik dalam hidupnya berjuang untuk bisa mendapatkan kembali mengenai tujuan hidupnya.

sumber gambar:
https://1.bp.blogspot.com/-EbmURFR1JCE/XQmyAhGJUPI/AAAAAAAAA1E/K11z-f0sCFUFMtu6-PDCSxrSpD9yC3mgQCLcBGAs/s1600/dororo%2B2019%2Bduo.jpg


Dengan adanya sebuah resep yang bisa di harapkan bisa meyihir penonton. Walaupun demikian ada beberapa aspek yang terasa hilang. Dalam versi yang lama, Osamu Tezuka banyak sekali menampilkan pesan-pesan moral yang dibalut dengan emosi, seperti halnya ketika Dororo bertemu dengan seorang pendeta yang sangat kelaparan dan juga meminta pertolongan. Dororo pun berkata dengan sang pendeta "kenapa tidak mencuri saja", Namun pendeta itu mengatakan bahwa mencuri adalah perbuatan yang sangat memalukan dan setelah kejadian itu ia akhirnya berdoa. Sedangkan dalam versi yang baru ini pesan yang seharusnya di ucapkan malah ditutupi dengan sebuah pertarungan yang lebih intens, dengan kata lain pesan itu ada akan tetapi tertutupi. Seperti contoh menolong orang tanpa pamrih itu ditunjukkan oleh Jukai yang merupakan seorang dokter sekaligus ayah angkat dari Hyakkimaru. Atau bisa belajar dari sosok Dororo yang disaat ingin memberikan makan kepada seekor anak anjing. 

Akan tetapi poin yang terpenting adalah ide disaat Dororo itu dihadirkan?, yakni  karena ingin menyampaikan sebuah pesan Osamu kepada kita yang terlebih kepada anak-anak bahwa kekerasan maupun peperangan yang akan membawa kita kepada sebuah kehancuran dan juga kesengsaraan.


Cukup sekian cerita hari ini!!!

Ikuri terus cerita anime ku selanjutnya :)